Makalah Terapi Dengan Alquran (Ruqiyah dan Syar'iyah)
MAKALAH
TERAPI DENGAN AL-QUR’AN
(RUQIYQH DAN SYAR’IYAH)
Dosen Pengampuh:Dr.H.Hasbullah,MA
Di susun oleh:
SUHARDI ( NIM UB 160-257 )
ILHAMDI ( NIM UB 162-619 )
JURUSAN BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM
FAKULTAS DAKWAH
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN THAHA SAIFUDDIN
JAMBI
2019
KATA PENGANTAR
Puji syukur atas kehadiran Allah SWT, Atas segala nikmat dan karunia nya sehingga penulisan makalah dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan benar.
Sholawat beserta salam semoga selalu tercurahkan kehadiran beliau Nabi Muhammad SAW, sebagai Nabi pembawa risalah demi kerahmatan seluru alam serta syafa’at nya yang kita nantikan kelak di yaumul kiyamah amin.
Dengan ini penulis sadari bahwa penulisan makalah ini sangat jauh dari kesempurnaan, untuk itu kritik dan saran dari semua pihak penulis di harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Harapan penulis semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan para pembaca umumnya, Amin yarobbal alamin.
DAFTAR ISI
BAB 1 PENDAHULUAN
A. Latar belakang ……………………………………………..............1
B. Rumusan masalah ……………………………………………………..1
C. Tujuan penulis ……………………………………………………..1
BAB 11 PEMBAHASAN
A. Terapi dan penyakit jiwa …………………………………………….2
B. Syarat-syarat ruqiyah syari’iyyah …………………………………….4
C. Teori dan peraktek ruqiyah …...………………………………………6
D. Kisah nyata ruqiyah ………………………………………………….8
BAB 111 PENUTUP
KESIMPULAN ……………………………………………………………9
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….10
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang.
Dalam kehidupan ini, manusia tidak ada hentinya mengalami masalah yang datang silih berganti. Tidak jarang orang yang menderita sakit badaniah lebih disebabkan karena faktor-faktor kejiwaan. Ketika manusia mengalami gangguan psikis sudah bisa dipastikan sebagai suatu penyakit yang menyebabkan seseorang merasa terganggu dikarenakan konflik yang dialami begitu berat. Terlebih lagi apabila seseorang sudah tidak bisa mengontrol marah dan kesedihannya kadang bercampur dengan rasa takut, bingung, was-was dan cemas, sehingga terasa dirinya ditimbun oleh tumpukan kesulitan.
Penyakit yang berhubungan dengan jiwa yang tidak terlihat oleh mata dan berhubungan dengan ketenangan hati dan jiwa, maka obatnya pun yang berhubungan dengan ketenangan hati dan jiwa. Misalnya lebih mendekatkan diri kepada Allah, dan salah satu metode penyembuhaan secara Islam yang berhubungan dengan hati dan jiwa adalah dengan Al-qur’an. Dalam penyembuhan gangguan psikis ini dapat dilakukan dengan terapi menggunakan Al-qur‟an dan sunnah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, salah satunya dengan metode ruqyah syar‟iyyah.
Rumusan Masalah
Jelaskan tentang terapi penyakit jiwa!
Sebutka syarat-syarat ruqyah
Jelaskan teori dan praktek ruqyah
Berikan contoj kisah nyata terapi ruqyah
Tujuan.
Agar mahasiswa mengetahui tentang terapi penyakit jiwa, syarat-syarat ruqyah, teori dan praktek tuqyah serta kisah nyata terapi ruqyah
BAB II
PEMBAHASAN
Terapi penyakit Jiwa
Terapi penyakit jiwa disini berarti penyembuhan atau pengobatan terhadap jiwa seseorang, sama halnya dengan psikoterapi islam yang berarti pengobatan untuk masalah yang berkaitan dengan pikiran, perasaan dan perilaku. Psikoterapi (Psychotherapy) berasal dari dua kata, yaitu "Psyche" yang artinya jiwa, pikiran atau mental dan "Therapy" yang artinya penyembuhan, pengobatan atau perawatan. pengertian psikoterapi Islam adalah proses pengobatan dan penyembuhan dengan melalui bimbingan Al-Qur’an dan As-Sunnah Nabi Muhammad SAW.
terapi Islam adalah upaya penyembuhan jiwa (nafs) manusia secara rohaniyyah yang didasarkan pada tuntutan Al-Qur’an dan al-Hadis, dengan metode analisi esensial empiris serta ma’rifat terhadap segala yang tampak pada manusia. Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Al-Isra’: 82
وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلۡقُرۡءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٞ وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارٗا ٨٢
Artinya: “Dan kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur’an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian”.
Sesungguhnya Al-Qur’an sangat berpengaruh dalam kejiwaan kaum muslimin. Al-Qur’an merupakan obat atau penawar terhadap segala problema dan penyakit dalam jiwa manusia. Al-Qur’an sebagai pelajaran bagi manusia yang memebentuk nilai-nilai kemanusiaan yang mulia. Al-Qur’an membentuk kepribadian yang kokoh dan merupakan sebaik-baik terapi mental.
Terapi penyakit jiwa disini adalah terapi dengan menggunakan Al-Quran (Ruqyah Syari’iyyah). Terapi Al-quran adalah ilmu dan seni penyembuhan, pembentengan dan perlawanan dari penyakit fisik, psikis, gangguan jin, serangan sihir dan segala mara bahaya dengan mendayagunakan kekuatan Al-qur’an dan Sunnah yang dikembangkan dari teknik yang sudah dicontohkan Rasulullah saw. Bentuk pengobatan atau terapi Al-qur’an adalah membacakan ayat-ayat Al-qur’an kepada diri sendiri atau orang lain/pasien dengan metode sentuhan, metode usapan/sapuan, metode tepukan/ketukan (tapping), metode pijatan, metode hembusan nafas/tiupan. Hal itu diulangi beberapa kali sampai terjadi proses penyembuhan.
Bacaan Al-qur’an secara umum memiliki efek fisiologis dan psikologis yang sangat baik seperti: menenangkan, meningkatkan kreatifitas, meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan kemampuan konsentrasi, menyembuhkan berbagai penyakit, menciptakan suasana damai, meredakan ketegangan saraf otak, meredakan kegelisahan, mengatasi rasa takut, memperkuat kepribadian, meningkatkan kemampuan berbahasa, dan merangsang perkembangan otak anak serta meningkatkan intelegensinya.
Terlebih dahulu penulis menjelaskan pengertian Ruqyah. ruqyah adalah bacaan atau do’a yang dibacakan untuk memohon kesembuhan. Bacaan yang dibacakan yaitu dengan memebaca ayat Al-qur’an dan haidts yang berkaitan dengan kesembuhan klien. Ruqyah Syar’iyyah Yaitu jampi-jampi atau mantra yang dilakukan dengan ayat-ayat Al-qur’an dan do’a-do’a yang disyariatkan Islam. Ruqyah syar’iyyah termasuk salah satu dari terapi Islam. Ruqyah syar’iyyah adalah bacaan yang terdiri dari ayat Al-qur’an dan hadits yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang yang sakit.
Ruqyah syar’iyyah dalam prakteknya dapat dimaknai secara operasional adalah suatu upaya penyembuhan yang dilakukan seorang
muslim atau orang lain dengan cara membaca ayat-ayat Al-qur‟an yang shahih yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Pengertian ini sejalan dengan firman Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an surah Yunus : 57
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٞ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٞ لِّمَا فِي ٱلصُّدُورِ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٞ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ ٥٧
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari tuhanmu dan penyembuh (penawar) bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Syarat-Syarat Ruqyah Syar’iyyah
Ciri khas ruqyah syar’yyah yang sesuai dengan Al-Qur‟an dan Sunnah:
Ruqyah menggunakan firman Allah (Ayat-ayat Al-Qur’an,) nama dan sifa-sifat Nya (Asma‟ul Husna), atau ucapan yang bersumber dari Nabi
Menggunakan bahasa Arab yang fasih atau ucapan yang diketahui maknanya
Orang yang meruqyah yakin bahwa ruqyah tidak memberi dampak kecuali dengan takdir dari Allah Ta’ala
Ruqyah tidak dilakukan dengan tata cara yang haram atau bid’ah. Seperti melalukan ruqyah dikamar mandi,kuburan,mengkhususkan waktu tertentu untuk ruqyah seperti saat melihat bintang,meruqyah dalam keadaan junub,atau memerintahkan penderita untuk diruqyah dalam keadaan junub dan lain-lain.
Pihak yang meruqyah bukanlah penyihir,dukun,atau peramal.
Ruqyah tidak mengandung ungkapan atau tata cara yang diharamkan, karena Allah tidak menjadikan parkara yang haram sebagai obat.
Membaca Al-Qur‟an dengan benar sesuai kaidah tajwid yang berlaku.
Apabila ciri-ciri tersebut ada pada diri peruqyah maka benarlah ia seorang peruqyah. Namun bila ciri-ciri ini tidak ada pada diri mereka, maka Anda harus hati-hati dengan mereka. Dikhawatikan itu praktek ruqyah yang tidak syar‟i sehingga tidak memberikan manfaat apa-apa.
Para ulama telah sepakat membolehkan ruqyah dengan tiga syarat diantaranya:
Ruqyah itu dengan menggunakan firman Allah SWT atau Asma (Nama-nama) dan sifat-Nya, atau sabda Rasulullah SAW.
Ruqyah itu hendaknya diucapkan dalam bahasa Arab. Kalau tidak bisa, maka boleh dengan bahasa lain yang difahami maknanya.
Harus diyakini bahwa bukanlah dzat ruqyah itu sendiri yang memberikan pengaruh, tetapi yang memberikan pengaruh itu adalah kekuasaan Allah SWT, sedangkan ruqyah hanya merupakan salah satu sebab saja.
Syarat utama ruqyah yang diperbolehkan adalah sebagai berikut:
Hendaklah ruqyah dilakkan dengan kalamullah (Al-Quran) atau atas nama-Nya atau sifat-sifat-Nya atau doa-doa shahih yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW pada penyakit tersebut.
Harus dilakukan dengan bahasa arab
Hendaklah diucapkan dengan makna yang jelas dan dapat dipahami
Tidak boleh ada sesuatu yang haram dalam kandungan ruqyah itu. Misalnya, memohon pertolongan kepada selain Allah, bedoa kepada selain Allah, menggunakan nama jin atau raja-raja jin dan semacamnya.
Tidak tergantung kepada ruqyah dan tidak menganggapnya sebagai penyembuh.
Harus yakin bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan kekuatan sendiri, tetapi hanya dengan izin Allah Swt.
Syarat yang harus dimiliki oleh seorang peruqyah (orang yang mruqyah dengan cara syar’i) adalah :
Harus beraqidah lurus sepertisalafush shalih(orang terdahulu yang shalih) yang bersih, jernih,benar dan terbebas dari syirikdan bid’ah)
Harus mewujudkan tauhid yang murnidalam perkataan dan perbuatan.
Harus yakin bahwa Al-Quran dan Assunah
Harus mengetahui perihal jin dan setan, jerat-jeratnya, kegemarannya melalui hadist Rasulullah SAW.
Mengetahui pintu-pintu masuk setan pada manusia
Dianjurkan dengan sangat, sudah meniah supaya bisa menjaagga suasana hati
Menjauhi hal-hal yang diharammkan, dosa kkecil maupun dosa-dosa besar
Senantiasa berzikur kepada Allah, Introspeksi dan bertobat sertamenjaga keikhlasan dan sabar
Mengetahui ilmu-ilmu hati agar tidak terpedaya leh jin dan setan.
Teori dan Praktek Ruqyah
Ada beberapa cara pengembangan ruqyah syar’iyyah yang dapat diterapkan oleh praktisi ruqyah, untuk mencapai kesempurnaan dan kemudahan dalam mencapai keberhasilan. Di antaranya:
Teknik Sentuhan
Setelah melakukan semua persiapan ruqyah, sentuhkanlah tangan anda di tempat yang mengalami keluhan sakit dengan niat menghancurkan penyakit tersebut, kemudian mulailah membacakan ayat-ayat ruqyah.
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam ruqyah dengan teknik sentuhan adalah membangun kekuatan niat dan keyakinan, memohon pertolongan Allah sebagai Sang Maha Perkasa dan Sang Maha Penyembuh, membacakan ayat ruqyah dan menghembuskannya di telapak tangan, menyentuh bagian tubuh pasien yang terasa sakit, ubun-ubun, atau perutnya, sambil membacakan ayat-ayat ruqyah. Terapi qur‟ani dengan sentuhan ini merupakan bentuk pengobatan qur‟ani yang langsung menyentuh kulit penderita penyakit, dengan membacakan ayat-ayat ruqyah dan doa-doa.
Teknik Tepukan
Teknik menepuk atau memukul ini dilakukan setelah terjadi reaksi, saat membacakan ayat-ayat ruqyah. Tujuan ruqyah adalah untuk mengusir atau menyiksa jin di dalam tubuh pasien. Hal ini seperti yang dicontohkan Rasulullah dalam berbagai riwayat. Hal ini berdasarkan dari riwayat Mathar bin Abdurrahman Al-A’naq yang mengisahkan tentang seorang anak perempuan gila yang dibawa ke hadapan Rasulullah dengan keadaan diikat. Kemudian setelah wanita itu dilepas ikatannya dan duduk membelakangi Rasulullah sesuai perintahnya, beliau memegangi keempat ujung bajunya dari atas ke bawah dan memukul punggungnya hingga terlihat ketiak beliau putih sambil bersabda “Keluarlah engkau wahai musuh Allah! Keluarlah engkau, wahai musuh Allah!” setelah itu Rasulullah mendoakan dan mengusap wajahnya. Wanita itu sembuh
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam ruqyah dengan teknik tepukan adalah membangun kekuatan niat dan keyakinan, dekatkan telapak tangan ke mulut kemudian bacakanlah ayat ruqyah yang dihembuskan di telapak tangan, melakukan teknik tepukan ringan di bagian yang sakit sambil membaca ayat-ayat ruqyah (bisa juga di daerah dada, punggung, kali dan lainnya).
Teknik Pijatan
Pengobatan dengan metode pijatan adalah salah satu cara yang sangat efektif untuk menyembuhkan penyakit. Pengobatan dengan metode pijatan sudah sangat dikenal di tengah masyarakat, dan terbukti secara ilmiah dan fakta dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Teknik pijatan dalam pengobatan Qur‟ani adalah salah satu teknik yang sangat efektif untuk menyirnakan berbagai macam keluhan penyakit. Yaitu memijat daerah yang sakit sambil membacakan ayat-ayat ruqyah. Hal ini berdasarkan sebuah hadits dari Aisyah ra, saat Rasulullah mengobati salah satu sahabatnya. Bahwa Nabi, apabila ada seorang yang mengeluh karena ada sesuatu yang dirasa sakit pada dirinya atau ada luka, baik kecil ataupun besar.
Langkah-langkah yang harus dilakukan dlam ruqyah dengan teknik pijatan adalah membangun kekuatan niat dan keyakinan, dekatkan tangan ke mulut, kemudian bacakan beberapa ayat ruqyah, kemudian pijatlah titik-titik tertentu yang berhubungan dengan penyakit, bisa mengacu pada titik-titik Meridian, atau tititk refleksi, atau langsung memijat didaerah yang sering dikeluhkan, sambil membacakan ayat-ayat ruqyah.
Teknik Usapan
Aisyah ra berkata, “Bahwa Nabi SAW pernah meniup untuk dirinya dalam keadaan sakit menjelang wafatnya dengan bacaan surat-surat Al-Mu’awwidzat. Maka ketika beliau kritis, akulah yang meniupkan bacaan itu dan aku usapkan keduaa tangannya ke tubuhnya karena keberkahan tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim). “Nabi SAW ketika berada di tempat tidur setiap malam, beliau mengumpulkan kedua telapak tangannya lalu kedua telapak tangan tersebut ditiup dan dibacakan „Qul huwallahu ahad’ (Al Ikhlash), „Qul a’udzu birabbil falaq’ (Al-Falaq), dan „Qu a’udzu birabbin naas’ (An-Naas). Lalu beliau mengusapkan kedua telapak tangan tadi pada anggota tubuh yang mampu dijangkau dimulai dari kepala, wajah, dan tubuh bagian depan. Beliau melakukan yang demikian sebanyak tiga kali.” (HR. Bukhari)
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam ruqyah dengan teknik usapan adalah membangun kekuatan niat, dekatkan tangan ke mulut kemudian bacakan beberapa ayat ruqyah kemudian hembuskan di telapak tangan, dan sapukan telapak tangan ke seluruh daerah tubuh yang mengalami sakit, sambil membacakan ayat-ayat ruqyah
Teknik Tiupan dan Hembusan Nafas
Teknik penyembuhan dengan meniup ini sering kali dilakukan oleh Rasulullah untuk mengobati, baik dengan menyemprotkan ludah maupun sekedar meniupkan nafas. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata, “Dahulu Rasulullah apabilah salah seorang anggota keluarganya sakit, beliau meniupkan kepadanya bacaan surat-surat Al-Munawwizat. Maka ketika beliau sakit yang menyebabkan ia wafat, aku meniupkannya pada beliau, dan aku mengusapkannya dengan tangan beliau sendiri, karena tangan beliau lebih berkah daripada tanganku.
Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam ruqyah dengan teknik tiupan adalah:
Menghembuskan nafas di bagian tubuh yang sakit.
Menghembuskan nafas di media air.
Kisah Nyata Ruqyah
Kisah ruqyah dengan do’a
Dari Abdul Aziz ia berkata, “Aku bersama Tsabit pernah menemui Anas bin Malik, Tsabit berkata, “Wahai Abu Hamzah! Aku merasakan sakit”. Anas berkata, “Maukah aku ruqyah kamu dengan ruqyah Rasulullah SAW”. Dia berkata, “Ya, tentu” Dia membaca (Al Hulwani, 2013: 136) ”Allahumma robbanaasimuzzhibal basyisfi antasyafila syafi illaanta syifa an layukhodiru saqman” yang artinya “Ya Allah, Rabb manusia, penyembuh sakit, sembuhkanlah, Engkau adalah Yang Maha menyembuhkan, tiada yang menyembuhkan kecuali Engkau, dengan kesembuhan yang tiada menyisakan sakit sedikit pun.” (HR. Al-Bukhari, no.5742)
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Terapi penyakit jiwa disini berarti penyembuhan atau pengobatan terhadap jiwa seseorang. Terapi penyakit jiwa disini adalah terapi dengan menggunakan Al-Quran (Ruqyah Syari’iyyah). Ruqyah syar’iyyah termasuk salah satu dari terapi Islam dimana Ruqyah syar’iyyah berarti bahwa bacaan yang terdiri dari ayat Al-qur’an dan hadits yang shahih untuk memohon kepada Allah akan kesembuhan orang yang sakit.
Hendaklah ruqyah dilakkan dengan kalamullah, Harus dilakukan dengan bahasa arab, Hendaklah diucapkan dengan makna yang jelas dan dapat dipahami, Tidak boleh ada sesuatu yang haram dalam kandungan ruqyah itu, dan Harus yakin bahwa ruqyah tidak berpengaruh dengan kekuatan sendiri, tetapi hanya engan izin Allah
Dapat dilakukan dengan sentuhan, tepukan, pijatan, usapan dan dengan tiupan serta hembusan
Saran
Kami sebagai penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, untuk itu kami mohon kritik dan saran yang membangun demi tercapainya kesempurnaan makalah ini dan semoga makalah yang kami paparkan ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
DAFTAR PUSTAKA
Lahmuddin Lubis, 2016, Konseling dan Terapi Islami, (Medan: Perdana Publishing)
Perdana Ahmad , Ruqyah Syar’iyyah dan syirkiyah, (T.tp Quranic Media Pustaka, t.t)
Yazid bin Abdul Qadir Jawas, 2006, syarah ‘ahlussunah wal jamaah, (Bogor: Pustaka Imam Syafi’I)
Al Mubarak, Husain dan Bukhari Abs Muid. 2015. Sembuh dengan Ruqyah. Depok: Hilal Media.
Komentar
Posting Komentar